Jakarta – Di panggung Ultimate Fighting Championship (UFC) yang penuh dengan kompetisi keras dan nama-nama besar, hanya segelintir petarung yang mampu mencuri perhatian dengan gaya bertarung penuh agresivitas, keberanian, dan daya tahan luar biasa. Salah satunya adalah Matt Frevola, pria asal New York, Amerika Serikat, yang dikenal dengan julukan “The Steamrolla”. Dengan latar belakang gulat, Brazilian Jiu-Jitsu, serta pengalaman hidup yang membentuk karakter disiplin, Frevola tampil sebagai salah satu petarung Lightweight yang selalu menghadirkan pertarungan seru dan penuh aksi.
Awal Kehidupan dan Latar Belakang
Matt Frevola lahir pada 11 Juni 1990 di Huntington, New York, sebuah kota kecil di Long Island. Sejak kecil, ia menunjukkan semangat kompetitif dan ketertarikan pada olahraga. Ia tumbuh dalam keluarga yang menanamkan nilai disiplin dan kerja keras, hal yang kelak menjadi fondasi dalam kariernya sebagai petarung.
Di masa sekolah, Frevola menemukan jalannya di dunia gulat (wrestling), sebuah disiplin yang tidak hanya melatih fisiknya, tetapi juga mental dan daya tahannya. Dari sinilah ia belajar pentingnya mengendalikan lawan, menjaga ritme, dan tetap fokus meski berada di bawah tekanan. Setelahnya, ia menambah keahliannya dengan berlatih Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ) hingga meraih sabuk cokelat, sebuah bukti bahwa ia serius mengasah kemampuan grappling.
Menariknya, Frevola juga memiliki latar belakang militer. Ia sempat mengabdi di Angkatan Laut Amerika Serikat, pengalaman yang memperkuat mentalitasnya sebagai petarung yang disiplin, tahan banting, dan pantang menyerah.
Rekor Tak Terkalahkan
Sebelum melangkah ke dunia profesional, Frevola mengukir prestasi gemilang di level amatir. Ia mencatat rekor 8–0, semuanya dengan kemenangan dominan. Setiap pertarungan menunjukkan karakteristik khasnya: agresif sejak bel awal, selalu menekan lawan, dan mencari penyelesaian lewat KO atau submission. Dominasi di level amatir ini menjadi tiketnya untuk naik ke panggung yang lebih besar.
Dari Regional ke UFC
Frevola memulai karier profesionalnya pada 2014, dengan gaya bertarung yang eksplosif dan serba bisa. Ia tak hanya mengandalkan gulat, tetapi juga memadukan striking keras dan kemampuan submission berbahaya seperti guillotine choke dan triangle armbar.
Beberapa tahun pertama ia habiskan di ajang regional Amerika, di mana ia terus mengumpulkan kemenangan demi kemenangan. Reputasinya pun berkembang pesat, hingga akhirnya menarik perhatian UFC melalui Dana White’s Contender Series (DWCS).
Tiket Menuju UFC
Momen penting dalam karier Frevola datang pada 29 Agustus 2017, saat ia tampil di DWCS melawan Jose Flores. Pertarungan ini menjadi ujian krusial yang akan menentukan masa depannya.
Dengan penuh agresivitas, Frevola mendominasi jalannya pertandingan. Ia menunjukkan striking keras dan transisi mulus ke ground game. Pada ronde kedua, ia berhasil mengeksekusi submission arm-triangle choke yang membuat Flores tap-out. Kemenangan impresif ini membuat Dana White memberikan kontrak resmi, mengantarkan Frevola ke UFC.
Debut dan Perjalanan di UFC
Frevola resmi debut di UFC pada 2018. Meski debutnya tidak berakhir manis, ia langsung mendapat respek dari fans karena tampil penuh keberanian dan daya juang. Setiap kali masuk ke oktagon, Frevola menjanjikan pertarungan keras, intens, dan penuh hiburan.
Beberapa highlight dalam kariernya:
- Fight of the Night: pertarungan debutnya melawan Brad Riddell dan beberapa laga lain membuatnya mendapat penghargaan karena aksi brutal dan penuh drama.
- Kemenangan berkesan: ia mencatat kemenangan lewat KO/TKO maupun submission, menegaskan dirinya sebagai petarung serba bisa.
- Gaya menekan: lawan-lawannya kerap kewalahan menghadapi ritme tinggi yang ia bawa sejak awal ronde.
Dengan gaya ini, Frevola benar-benar layak menyandang julukan “The Steamrolla”—karena ia seperti mesin penggilas yang terus maju tanpa kenal lelah.
Gaya Bertarung dan Karakteristik
Sebagai petarung Lightweight, Frevola dikenal memiliki paket lengkap:
-
- Striking keras: pukulan tajam yang sering memaksa lawan bertahan di bawah tekanan.
- Gulat dan BJJ: sabuk cokelat BJJ membuatnya berbahaya di ground game, dengan variasi kuncian mematikan.
- Ketahanan fisik: latar belakang militernya membuatnya tenang dan fokus di bawah tekanan.
- Agresivitas: selalu menekan lawan, jarang mundur, dan mencari penyelesaian cepat.
Dengan gaya ini, ia menjadi favorit penggemar karena pertarungannya jarang membosankan.
Julukan “The Steamrolla”
Julukan ini lahir dari gaya bertarungnya yang khas. Frevola tidak pernah membiarkan lawannya bernapas. Ia terus maju, menggilas lawan dengan kombinasi striking dan grappling. Setiap kali memasuki oktagon, fans tahu bahwa pertarungan akan berlangsung sengit.
Prestasi dan Pencapaian
-
- Rekor amatir sempurna 8–0.
- Kontrak UFC melalui DWCS 2017 setelah kemenangan submission atas Jose Flores.
- Beberapa kemenangan KO/TKO dan submission di UFC.
- Fight of the Night awards, memperkuat reputasinya sebagai entertainer sejati di dalam oktagon.
Perjalanan Matt Frevola adalah kisah tentang kerja keras, disiplin, dan semangat juang. Dari masa kecil di Huntington, New York, hingga menjadi bagian dari divisi Lightweight UFC yang penuh bintang, Frevola membuktikan bahwa konsistensi dan keberanian bisa membawa seseorang menuju puncak.
Julukan “The Steamrolla” bukan hanya simbol, tetapi cerminan dari karakternya sebagai petarung yang selalu maju, menekan, dan memberikan pertunjukan terbaik untuk para penggemar. Dengan usia yang masih produktif, Frevola masih memiliki banyak ruang untuk menorehkan prestasi lebih tinggi di UFC.
(PR/timKB).
Sumber foto: espn.com
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda