Jakarta – Sesi latihan bebas hari pertama Formula 1 GP Italia 2026 di Sirkuit Monza berlangsung sengit dan penuh kejutan. Seluruh tim memanfaatkan dua sesi awal ini untuk menemukan setelan aerodinamika terbaik di lintasan yang terkenal dengan karakter kecepatan tingginya tersebut. Deru mesin jet darat yang melaju di lintasan legendaris ini disambut antusias oleh puluhan ribu Tifosi yang memenuhi tribun sejak pagi hari.
Pada sesi Latihan Bebas Pertama (FP1), para pembalap langsung turun ke lintasan untuk menguji paket pembaruan mobil masing-masing. Karakter Monza yang mengandalkan downforce rendah menuntut kestabilan maksimal saat melibas lurus panjang dan pengereman keras di chicane. Beberapa pembalap sempat melebar di Turn 1 akibat kehilangan cengkeraman ban, namun sesi awal ini secara umum berjalan relatif lancar tanpa insiden besar.
Sesi FP1 akhirnya dikuasai oleh tim papan atas yang mampu mengoptimalkan efisiensi energi dan kecepatan di trek lurus. Persaingan catatan waktu berlangsung sangat ketat dengan selisih yang begitu tipis di antara tiga tim teratas. Hasil di FP1 memberikan gambaran awal bahwa peta persaingan di Monza akhir pekan ini akan berjalan sangat sengit hingga sesi kualifikasi.
Memasuki sesi Latihan Bebas Kedua (FP2) di sore hari, kondisi lintasan menjadi lebih ideal dengan suhu permukaan trek yang menurun. Tim-tim mulai fokus melakukan simulasi kualifikasi menggunakan kompon ban lunak untuk mencatatkan waktu tercepat. Selain itu, sebagian besar pembalap juga menyisipkan program long run guna mengumpulkan data keausan ban untuk strategi balapan hari Minggu.
Sesi FP2 diwarnai kejutan saat perebutan posisi teratas kembali memanas. Pembalap tuan rumah Ferrari tampil sangat agresif demi memuaskan para pendukungnya di kandang sendiri. Namun, ancaman serius tetap datang dari rival utama mereka yang menunjukkan konsistensi ritme balap yang luar biasa pada simulasi jarak jauh.
Masalah teknis sempat dialami oleh beberapa pembalap di pertengahan FP2, yang memaksa bendera kuning berkibar singkat. Kencangnya pengereman di area Variante del Rettifilo dan Variante Ascari menjadi tantangan tersendiri bagi keseimbangan sistem pengereman dan pemulihan energi mobil F1 musim 2026. Hal ini memaksa para insinyur bekerja ekstra keras di dalam garasi.
Hasil keseluruhan di hari pertama menunjukkan bahwa perolehan waktu antar pembalap sangat rapat. Efisiensi strategi tow atau memanfaatkan hambatan angin dari mobil di depan akan menjadi faktor krusial saat kualifikasi besok. Tim yang berhasil menemukan titik temu antara kecepatan di trek lurus dan stabilitas di tikungan cepat diprediksi bakal mendominasi.
Rangkaian hari pertama F1 Monza 2026 ini menutup persiapan awal dengan menyisakan banyak data penting bagi seluruh tim. Evaluasi mendalam akan dilakukan sepanjang malam untuk menyempurnakan performa mobil menghadapi FP3 dan sesi kualifikasi penentu penentuan posisi start. Para penggemar kini menantikan pertarungan sengit memperebutkan pole position di Temple of Speed.
Berikut ringkasan hasil sesi Latihan Bebas Kedua (FP2) Formula 1 GP Italia 2026 di Sirkuit Monza
- P1: Ferrari – Menempati posisi teratas setelah tampil agresif dan mencatatkan waktu tercepat dalam simulasi kualifikasi menggunakan ban lunak di hadapan publik sendiri.
-
P2: Red Bull Racing – Menempel ketat di posisi kedua dengan selisih waktu yang sangat tipis, sekaligus menunjukkan ritme long run yang paling konsisten.
-
P3: McLaren – Mengamankan tempat ketiga lewat efisiensi kecepatan trek lurus (top speed) yang tinggi di sektor lurus Monza.
-
P4: Mercedes – Menunjukkan stabilitas yang baik saat melibas area pengereman keras di chicane, meski sempat terkendala manajemen suhu ban.
-
P5: Aston Martin – Melengkapi lima besar setelah berhasil mengoptimalkan paket pembaruan aerodinamika downforce rendah.
(EA/timKB)
Sumber foto:
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda