Jakarta – Reinier de Ridder, petarung asal Belanda yang telah menunjukkan kehebatannya di atas ring. Dengan gaya bertarung yang unik dan keahlian dalam Brazilian Jiu Jitsu serta Submission Grappling, ia telah mengukir sejarah dan meraih gelar-gelar juara dunia yang mengesankan.
Reinier de Ridder dilahirkan pada tanggal 7 September 1990 di Breda, Belanda. Ia dikenal dengan julukan “The Dutch Knight” yang menggambarkan keberaniannya dalam bertarung dan semangat juangnya yang tak kenal lelah. Saat ini, ia berkompetisi dalam divisi middleweight dan light heavyweight di ONE Championship, salah satu promotor terkemuka dalam MMA di Asia. Reinier telah mengukuhkan dirinya sebagai Juara Dunia ONE Middleweight saat ini, dan juga pernah menjadi Juara Dunia ONE Light Heavyweight sebelumnya.
Karier Reinier de Ridder dimulai pada tahun 2013 dan sejak itu ia terus menunjukkan performa yang mengesankan di atas ring. Dengan rekor MMA 16-1, ia telah menghadapi dan mengalahkan lawan-lawan tangguh di berbagai pertandingan. Fighting style-nya yang menggabungkan Brazilian Jiu Jitsu dan Submission Grappling telah menjadi senjata ampuh dalam menghadapi lawan-lawannya.
Sebelum terjun ke dunia MMA, Reinier de Ridder telah mengasah kemampuannya di bidang bela diri sejak usia dini. Ia memulai latihan judo ketika berusia 6 tahun, yang membantunya memperoleh dasar teknik dan disiplin yang kuat. Selama masa kuliahnya, ia mulai tertarik pada Brazilian Jiu Jitsu dan memutuskan untuk berlatih dengan penuh dedikasi. Keahliannya dalam bela diri ini terus berkembang, dan pada tahun 2016, ia meraih medali perak di Kejuaraan Eropa Brazilian Jiu Jitsu.
Pada tahun 2013, Reinier de Ridder melakukan debutnya dalam pertandingan MMA. Dalam pertarungan melawan Marco Wuest di GFC 2 pada 1 Juni 2013, ia menunjukkan ketangguhan dan keterampilannya dengan memenangkan pertandingan melalui triangle choke di ronde pertama. Setelah itu, ia terus mengumpulkan kemenangan-kemenangan impresif dalam karier MMA-nya.
Pada tahun 2019, Reinier de Ridder bergabung dengan promotor MMA terkemuka, ONE Championship. Debutnya di ONE Championship: Hero’s Ascent pada tanggal 25 Januari 2019 melawan Fan Rong menunjukkan kekuatannya yang luar biasa. Dalam pertarungan tersebut, ia berhasil memenangkan pertandingan dengan submission pada ronde pertama. Hal ini membuktikan kemampuan dan kualitasnya sebagai petarung elite di tingkat internasional.
Prestasi paling gemilang dalam karier Reinier de Ridder datang pada 9 September 2020. Pada tanggal tersebut, ia berhadapan dengan juara bertahan Aung La Nsang dalam pertarungan untuk merebut Kejuaraan Dunia ONE Middleweight. Pertarungan ini terjadi di acara ONE Championship: Inside the Matrix pada 30 Oktober 2020. Reinier de Ridder menunjukkan kekuatannya yang luar biasa dan keahliannya dalam Brazilian Jiu Jitsu dengan mengunci Aung La Nsang dalam submission pada ronde pertama. Dengan kemenangan tersebut, ia berhasil merebut gelar juara dunia dan mengukuhkan namanya sebagai salah satu petarung elite di kelas menengah.
Tidak hanya itu, Reinier de Ridder juga berhasil mempertahankan gelar ONE Middleweight World Championship dalam pertandingan ulang dengan mantan juara Vitaly Bigdash pada 22 Juli 2022 di acara ONE 159. Dalam pertarungan yang sengit, ia menggunakan triangle choke untuk mengalahkan Bigdash di ronde pertama. Kemenangan ini tidak hanya mengukuhkan dominasinya sebagai juara dunia, tetapi juga menghasilkan penghargaan “Submission of the Year” pada tahun 2022.
Prestasi dan kejuaraan yang diraih oleh Reinier de Ridder tidak terbatas hanya pada gelar ONE Middleweight World Championship. Ia juga pernah menjadi Juara Dunia ONE Light Heavyweight sebelumnya. Dengan rekor 60-4 dalam karier kickboxing dan MMA-nya, ia telah menghadapi dan mengalahkan lawan-lawan tangguh di atas ring. Keahliannya dalam Brazilian Jiu Jitsu dan Submission Grappling telah membantunya mengunci lawan-lawannya dalam teknik-teknik yang mematikan.
Kemampuan dan prestasi Reinier de Ridder diakui dan dihargai oleh penggemar, komunitas MMA, dan promotor. Ia telah menerima penghargaan “Performance of the Night” sebanyak dua kali, yaitu melawan Kiamrian Abbasov dan Vitaly Bigdash. Kemenangannya melawan Aung La Nsang pada tahun 2020 juga diakui sebagai “Submission of the Year”. Keberhasilan ini menegaskan bahwa Reinier de Ridder bukan hanya seorang petarung hebat, tetapi juga seorang atlet yang memiliki kemampuan teknis yang luar biasa.
Reinier de Ridder terus membuktikan dirinya sebagai salah satu petarung terbaik dunia. Setiap pertarungannya menjadi pertunjukan yang spektakuler dan memukau para penggemar. Kita dapat dengan bangga mengatakan bahwa Reinier de Ridder adalah salah satu atlet yang mengangkat nama Belanda dalam kancah olahraga bela diri internasional.
(PR/timKB).
Sumber foto: onechampionship.com