Jakarta – Kade Ruotolo, petarung muda yang lahir pada tanggal 22 Januari 2003 di Maui, Hawaii, Amerika Serikat, telah mencuri perhatian dunia bela diri dengan kemampuan dan prestasinya yang luar biasa. Dikenal dalam dunia grappling dan Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ), Ruotolo telah menunjukkan bakat dan kecakapan di atas tatami sejak usia dini. Bersama saudara kembarnya, Tye Ruotolo, ia telah membanggakan nama keluarganya dengan mengukir prestasi-prestasi gemilang.
Sejak usia 3 tahun, Kade Ruotolo telah bersaing dengan Tye dalam bela diri. Mereka berdua saling mendorong dan memotivasi satu sama lain untuk mencapai kesuksesan di dunia bela diri. Kade Ruotolo berhasil meraih gelar Juara Dunia International Brazilian Jiu-Jitsu Federation (IBJJF), Juara Pan Am, dan Juara Eropa Terbuka dalam berbagai kompetisi di tingkat sabuk berwarna.
Tidak hanya itu, Kade Ruotolo juga telah memperoleh sabuk hitam dalam Brazilian Jiu-Jitsu. Prestasi ini menunjukkan dedikasinya dalam menguasai teknik-teknik bela diri ini dan kemampuannya dalam bersaing di tingkat yang lebih tinggi. Pada bulan Desember 2021, Ruotolo dinaikkan pangkatnya menjadi sabuk hitam, sebuah pencapaian yang menghormati perjalanan dan kerja kerasnya selama bertahun-tahun.
Namun, prestasi yang paling mencolok dari Kade Ruotolo datang pada tahun 2022. Pada usia yang masih muda, 19 tahun, ia berhasil memenangkan Kejuaraan Dunia Abu Dhabi Combat Club (ADCC) di divisi 77kg. Kemenangannya ini menjadikannya juara Dunia Pertarungan Penyerahan ADCC termuda dalam sejarah. Ini adalah prestasi yang mengesankan, mengingat kompetisi yang sengit dan level keterampilan yang tinggi di ADCC.
Setelah sukses besar di dunia grappling, Ruotolo memutuskan untuk melangkah lebih jauh dengan memasuki dunia Mixed Martial Arts (MMA). Pada tanggal 25 Maret 2021, Ruotolo dan saudara laki-lakinya, Tye, menandatangani kontrak dengan ONE Championship, promotor terkemuka dalam olahraga bela diri campuran. Mereka berdua berkompetisi dalam pertandingan grappling dan akhirnya membuat debut MMA mereka.
Dalam debut MMA-nya di acara ONE 157, Ruotolo menghadapi legenda MMA asal Jepang, Shinya Aoki. Meskipun masih dalam tahap awal karirnya di MMA, Ruotolo menunjukkan keahlian bertarungnya dan memenangkan pertarungan dengan keputusan mutlak. Kemenangan ini membuktikan bahwa Ruotolo memiliki potensi besar dalam dunia MMA dan dapat bersaing di tingkat profesional.
Sebagai juara grappling submission divisi lightweight ONE Championship, Ruotolo telah membuktikan kemampuannya dalam menghadapi lawan-lawan tangguh. Pada tanggal 9 Juni 2023, ia berhasil mempertahankan gelarnya dalam pertarungan melawan Tommy Langaker di ajang ONE Fight Night 11. Ruotolo tampil dominan dalam pertandingan tersebut dan memenangkan pertarungan dengan keputusan, mempertahankan gelar juara.
Selain keberhasilannya di dunia grappling dan MMA, Kade Ruotolo juga telah meraih sejumlah gelar dan penghargaan bergengsi. Ia telah menjadi Juara Dunia ADCC Submission Fighting pada tahun 2022, menambahkan prestasi luar biasa dalam karirnya yang masih muda. Selain itu, ia juga meraih gelar juara dalam berbagai kompetisi seperti Who’s Number One (WNO) Champion, GrappleFest 70KG Belt Holder, dan EBI Combat Jiu-Jitsu Champion. Semua pencapaian ini menunjukkan bahwa Ruotolo adalah seorang petarung yang luar biasa dalam dunia bela diri.
Prestasi dan bakat Kade Ruotolo telah mengilhami banyak orang di seluruh dunia. Pada usia yang masih sangat muda, ia telah menunjukkan dedikasi dan kerja keras yang luar biasa dalam menguasai seni bela diri. Kade dan saudara kembarnya, Tye, telah menjadi panutan bagi banyak generasi muda yang bercita-cita menjadi atlet bela diri. Mereka membuktikan bahwa usia bukanlah hambatan untuk mencapai kesuksesan dan mengukir prestasi gemilang.
Dengan masa depan yang cerah di depannya, Kade Ruotolo telah mengumumkan niatnya untuk beralih ke seni bela diri campuran penuh (MMA). Dia dan saudara laki-lakinya, Tye, berencana untuk membuat debut profesional mereka di dunia MMA sebelum akhir tahun 2023. Hal ini menimbulkan antusiasme besar dari penggemar dan para pengamat bela diri, yang sangat menantikan penampilan mereka di arena MMA.
(PR/timKB).
Sumber foto: onechampionship.com