Disregulasi Emosi: Memahami, Mengidentifikasi, Dan Mengatasinya

Eva Amelia 23/01/2024 4 min read
Disregulasi Emosi: Memahami, Mengidentifikasi, Dan Mengatasinya

Dalam dunia yang serba cepat dan penuh tekanan ini, mengatur emosi menjadi tantangan yang sering dihadapi banyak orang. Disregulasi emosi, sebuah konsep yang relatif baru dalam psikologi, menjadi topik penting dalam memahami bagaimana kita mengelola perasaan kita.

Emosi yang intens dan tidak menyenangkan adalah bagian alami dari kehidupan. Entah itu kemarahan, kecemasan, atau kesedihan, emosi ini adalah bagian universal dari pengalaman manusia.

Namun, apa yang terjadi jika perasaan-perasaan ini datang terlalu sering, terlalu cepat, dan terlalu sulit untuk dikelola?

Jika Anda mengalami kesulitan yang signifikan dalam mengatur emosi Anda dan untuk kembali ke “kondisi awal” setelah menjadi sangat marah atau cemas, Anda mungkin mengalami disregulasi emosi.

Artikel ini akan menjelaskan apa itu disregulasi emosi, penyebabnya, tanda-tanda, dampak, pengobatan, dan bagaimana mengatur emosi dengan lebih efektif.

Apa Yang Dimaksud Dengan Disregulasi Emosi?

Disregulasi emosi merujuk pada ketidakmampuan seseorang untuk mengelola dan merespons emosi dengan cara yang sehat dan adaptif. Ini sering kali melibatkan reaksi emosional yang intens atau tidak sesuai dengan situasi yang dihadapi.

Ini berarti sulit untuk menenangkan diri ketika Anda merasa kewalahan, sedih, atau marah, dan Anda merasa sulit untuk kembali ke “normal” setelah perasaan-perasaan ini muncul.

Penyebab Disregulasi Emosi

Penyebabnya bisa beragam, mulai dari faktor biologis seperti ketidakseimbangan kimia otak, pengalaman traumatis di masa lalu, hingga pengaruh lingkungan seperti tekanan sosial atau keluarga. Gangguan perkembangan neurologis dan genetika juga berperan dalam kondisi ini. Termasuk juga kimia otak dan cedera otak.

Apakah Disregulasi Emosi Merupakan Gangguan Mental?

Disregulasi emosi sendiri bukanlah gangguan mental, tetapi sering ditemukan dalam berbagai kondisi kesehatan mental, seperti gangguan kepribadian ambang, depresi, dan gangguan kecemasan.

Tanda-tanda Disregulasi Emosi

Tanda-tanda utama meliputi perubahan mood yang cepat, reaksi emosional yang berlebihan, kesulitan dalam menenangkan diri setelah terjadinya stres emosional, dan sering merasa kewalahan oleh emosi.

Tanda dan gejala disregulasi emosi dapat meliputi hal-hal berikut:

• Menjadi mudah kewalahan
• Merasa terlalu emosional
• Mudah menangis atau merasa kesal tanpa “alasan”
• Suasana hati yang sering berubah-ubah
• Impulsif
• Merasa sulit untuk mengatasi stres
• Perfeksionisme
• Ledakan kemarahan
• Tingkat kecemasan yang tinggi
• Depresi
• Tingkat rasa malu yang tinggi
• Pola makan yang tidak teratur
• Perilaku menyakiti diri sendiri
• Pikiran atau tindakan bunuh diri
• Penyalahgunaan zat
• Konflik hubungan

Kondisi Kesehatan Mental Yang Melibatkan Disregulasi Emosi

Beberapa kondisi kesehatan mental yang sering melibatkan disregulasi emosi termasuk gangguan kepribadian ambang, gangguan kecemasan, depresi, gangguan stres pascatrauma (PTSD), dan gangguan bipolar.

Dampak Disregulasi Emosi

Disregulasi emosi dapat berdampak negatif pada berbagai aspek kehidupan seseorang, termasuk hubungan interpersonal, kinerja kerja atau sekolah, dan kesehatan mental secara keseluruhan. Ini juga dapat meningkatkan risiko perilaku berisiko seperti penyalahgunaan zat. Seperti :

• Anda mungkin mengalami kesulitan tidur.
• Anda mungkin kesulitan untuk melepaskan pengalaman atau menyimpan dendam lebih lama dari yang seharusnya.
• Anda mungkin terlibat dalam pertengkaran kecil yang meledak-ledak hingga merusak hubungan.
• Anda mungkin mengalami efek negatif pada fungsi sosial, pekerjaan, atau sekolah Anda.
• Anda mungkin mengalami gangguan mental di kemudian hari karena kemampuan yang buruk dalam mengatur emosi Anda (misalnya, depresi)
• Anda mungkin mengalami masalah penyalahgunaan zat atau kecanduan seperti merokok, minum-minuman keras, atau narkoba.
• Anda mungkin terlibat dalam tindakan melukai diri sendiri atau perilaku tidak wajar lainnya seperti kebiasaan makan yang ketat atau pesta makan.
• Anda mungkin mengalami kesulitan dalam menyelesaikan konflik.

Pengobatan Disregulasi Emosi

Pengobatan biasanya melibatkan terapi perilaku kognitif, terapi dialektika perilaku, dan kadang-kadang pengobatan. Terapi ini bertujuan untuk mengajarkan individu bagaimana mengidentifikasi, memahami, dan mengelola emosi mereka dengan lebih efektif.

Pengobatan

Obat dapat digunakan untuk mengobati disregulasi emosi jika merupakan bagian dari gangguan mental yang lebih besar. Sebagai contoh, ADHD akan diobati dengan stimulan, depresi akan diobati dengan antidepresan, dan masalah lain dapat diobati dengan antipsikotik.

Terapi

Dalam hal terapi, metode pengobatan utama adalah apa yang dikenal sebagai terapi perilaku dialektis (DBT). Bentuk terapi ini pada awalnya dikembangkan oleh Marsha Linehan pada tahun 1980-an untuk mengobati individu yang mengalami BPD.

Secara umum, jenis terapi ini melibatkan peningkatan kesadaran, memvalidasi emosi Anda, dan terlibat dalam kebiasaan yang sehat. Terapi ini juga mengajarkan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengatur emosi Anda. Melalui DBT, Anda belajar untuk fokus pada saat ini, bagaimana menyadari pikiran, perasaan, dan perilaku Anda, dan bagaimana menghadapi situasi yang penuh tekanan.

DBT berpendapat bahwa ada tiga “kondisi pikiran: “

• Pikiran yang masuk akal mengacu pada sikap logis dan rasional.
• Pikiran emosional mengacu pada suasana hati dan sensasi Anda.
• Pikiran yang bijaksana mengacu pada kombinasi dari pikiran yang masuk akal dan pikiran emosional Anda.

Kiat untuk Mengatur Emosi Anda

Beberapa kiat untuk mengatur emosi meliputi praktik kesadaran (mindfulness), teknik relaksasi seperti pernapasan dalam atau meditasi, membangun jaringan dukungan sosial, dan menjaga rutinitas sehari-hari yang sehat termasuk tidur yang cukup dan olahraga teratur.

Beberapa cara untuk mengatasi disregulasi emosi di rumah meliputi:

• Membuat jurnal
• Yoga
• Meditasi kesadaran
• Mempraktikkan rasa syukur
• Latihan pernapasan dalam
• Makan dengan penuh kesadaran
• Mengatur rutinitas tidur
• Olahraga rutin

Disregulasi emosi merupakan tantangan yang bisa dihadapi siapa saja dan mempengaruhi kualitas hidup secara signifikan. Memahami, mengidentifikasi, dan mengambil langkah untuk mengatasi masalah ini merupakan kunci penting untuk menjalani hidup yang lebih seimbang dan memuaskan secara emosional.

 

(EA/timKB).

Sumber foto: ganeshaspeaks.com

Berita Lainnya

Loading next article...