Mengatasi Gangguan Makan: Pemahaman Dan Pengobatan

Eva Amelia 27/02/2024 4 min read
Mengatasi Gangguan Makan: Pemahaman Dan Pengobatan

Gangguan makan adalah kondisi kesehatan mental yang serius dan seringkali salah paham. Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi mendetail tentang gangguan makan, termasuk pengertian, jenis, gejala, penyebab, serta bagaimana mendiagnosa, mengobati, dan mengatasi gangguan makan ini.

Pengertian Gangguan Makan

Gangguan makan adalah kondisi yang ditandai dengan pola makan tidak sehat dan obsesi terhadap makanan, berat badan, atau bentuk tubuh. Gangguan ini dapat memiliki dampak signifikan pada kesehatan fisik dan mental seseorang.

Jenis-jenis Gangguan Makan

Beberapa jenis gangguan makan yang paling umum antara lain:

• Anoreksia Nervosa: Menghindari makanan dan memiliki ketakutan berlebihan akan kegemukan.
• Bulimia Nervosa: Siklus makan berlebihan diikuti oleh perilaku pembersihan, seperti muntah atau penggunaan laksatif.
• Binge Eating Disorder: Makan berlebihan secara teratur tanpa perilaku pembersihan.
• Orthorexia: Obsesi dengan makanan yang ‘sehat’ atau ‘bersih’.

Gejala Gangguan Makan

Gejala gangguan makan bervariasi tergantung pada jenisnya, tetapi umumnya meliputi perubahan berat badan yang signifikan, kecemasan seputar makan, dan penghindaran situasi sosial yang melibatkan makanan.

Jika Anda memiliki gangguan makan, Anda mungkin memiliki salah satu dari yang berikut ini:

• Kekhawatiran tentang penampilan, makanan, dan berat badan Anda.
• Ketidakpuasan yang ekstrem terhadap tubuh Anda – Anda ingin menurunkan berat badan meskipun teman atau keluarga berpikir bahwa Anda kekurangan berat badan.
• Ketakutan akan bertambahnya berat badan.
• Anda membiarkan orang-orang di sekitar Anda berpikir bahwa Anda sudah makan padahal belum.
• Anda merahasiakan kebiasaan makan Anda karena Anda tahu itu tidak sehat.
• Makan membuat Anda merasa cemas, kesal, atau bersalah.
• Anda merasa tidak memiliki kendali atas makanan.
• Anda terus memeriksa tubuh Anda – misalnya, menimbang berat badan atau mencubit pinggang.
• Membuat diri Anda muntah atau menggunakan obat pencahar untuk menurunkan berat badan.

Beberapa perilaku yang terkait dengan gangguan makan adalah:

• Diet – menghitung kalori/kalori, berpuasa, melewatkan waktu makan, menghindari kelompok makanan tertentu.
• Makan berlebihan – termasuk menimbun makanan atau menghilangkan makanan.
• Buang air besar – sering pergi ke kamar mandi selama atau setelah makan.
• Terlalu banyak berolahraga – terus berolahraga saat sakit atau dalam cuaca buruk.
• Makan secara pribadi – Anda mungkin berhenti makan bersama orang lain.
• Citra tubuh – Anda mungkin sangat sensitif terhadap komentar tentang tubuh dan berat badan Anda.
• Perubahan gaya pakaian – Anda mungkin mulai mengenakan pakaian longgar.

Penyebab Gangguan Makan

Penyebab gangguan makan bisa bervariasi, termasuk faktor biologis, psikologis, dan lingkungan. Beberapa individu mungkin memiliki kecenderungan genetik, sedangkan faktor lain seperti tekanan sosial dan citra tubuh juga berperan.

Faktor risiko biologis dan genetik dapat mencakup:

• Riwayat keluarga dengan gangguan makan
• Berat badan yang tinggi di masa kanak-kanak
• Periode yang dimulai sebelum usia 12 tahun

Faktor risiko psikologis dan perilaku dapat meliputi:

• harga diri yang rendah
• neurodiversity
• trauma atau pelecehan sebelumnya

Faktor risiko sosial-budaya dapat mencakup:

• Masalah dengan teman atau hubungan keluarga
• Ekspektasi akademis yang tinggi
• Intimidasi

Efek Pada Mental

Gangguan makan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan mental, termasuk depresi, kecemasan, dan obsesi terhadap makanan serta citra tubuh.

Beberapa tanda emosional dari gangguan makan adalah:

• Obsesi terhadap berat badan, penampilan tubuh, atau makanan
• Kecemasan saat makan
• Merasa tidak terkendali di sekitar makanan
• Citra tubuh yang terdistorsi
• Menggunakan makanan sebagai sumber kenyamanan atau sebagai hukuman bagi diri sendiri

Efek Pada Fisik

Dampak fisik gangguan makan dapat serius, termasuk malnutrisi, kerusakan organ, dan dalam kasus ekstrem, kematian. Anoreksia Nervosa memiliki salah satu tingkat kematian tertinggi di antara semua gangguan mental.

Tanda-tanda fisik bahwa Anda mungkin memiliki gangguan makan, seperti:

• Perubahan berat badan – perubahan berat badan atau penurunan berat badan yang cepat.
• Siklus menstruasi yang terganggu – kehilangan atau gangguan menstruasi.
• Pusing – merasa pusing atau pingsan.
• Kelelahan – terus-menerus merasa lelah dan tidak dapat tidur nyenyak.
• Kedinginan – bahkan dalam cuaca yang hangat.

Diagnosis Gangguan Makan

Diagnosis gangguan makan biasanya melibatkan evaluasi medis, termasuk pemeriksaan fisik dan laboratorium, serta penilaian psikologis untuk mengidentifikasi pola makan yang tidak sehat dan obsesi terhadap berat badan atau bentuk tubuh.

• Pemeriksaan fisik: Pola makan yang tidak teratur dapat berdampak buruk bagi tubuh, sehingga dokter Anda harus terlebih dahulu memeriksa apakah Anda baik-baik saja secara fisik. Dokter kemungkinan akan memeriksa: tinggi badan, berat badan, dan tanda-tanda vital Anda (detak jantung, tekanan darah, dan suhu).
• Tes darah dan urine juga mungkin direkomendasikan untuk memeriksa kesehatan fisik Anda.
• Evaluasi psikologis: Dokter atau ahli kesehatan mental Anda mungkin akan berbicara dengan Anda tentang pola makan dan citra tubuh Anda. Apa kebiasaan, kepercayaan dan perilaku Anda? Mereka mungkin akan meminta Anda untuk mengisi kuesioner atau penilaian diri.

Pengobatan untuk Gangguan Makan

Pengobatan gangguan makan sering melibatkan pendekatan multidisiplin, termasuk terapi nutrisi, psikoterapi, dan kadang-kadang obat-obatan. Terapi perilaku kognitif (CBT) dan terapi keluarga adalah beberapa bentuk terapi yang umum digunakan.

Mengatasi Gangguan Makan

Mengatasi gangguan makan memerlukan upaya yang berkelanjutan dan seringkali melibatkan dukungan dari keluarga, teman, dan profesional kesehatan. Mencari bantuan awal dan mengembangkan strategi pengelolaan yang efektif sangat penting untuk pemulihan.

Gangguan makan adalah kondisi serius yang memerlukan pemahaman dan intervensi yang tepat. Dengan pengobatan dan dukungan yang tepat, banyak individu dengan gangguan makan dapat pulih dan menjalani kehidupan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

(EA/timKB).

Sumber foto: healthline.com

Loading next article...