Cemas Wajar asalkan Tidak Berlebihan

Boas Simanjuntak 18/09/2022 2 min read
Cemas Wajar asalkan Tidak Berlebihan

Manusia kadang cemas, apalagi kondisi dunia saat ini yang semakin tidak menentu bisa membuat kecemasan meningkat di luar kewajaran. Perasaan cemas bisa muncul kapan saja dalam kehidupan sehari-hari.  

Tingkatan kecemasan yang bisa dialami setiap orang beragam, mulai dari tingkat ringan, sedang, berat, hingga panik. Kecemasan seringkali ditunjukkan dengan gejala-gejala seperti gelisah, tidak nyaman, tidak tenang, kurang konsentrasi bahkan perubahan emosional.  

Ini sebenarnya merupakan hal yang normal dan dapat terjadi pada siapa saja. Meskipun disebut normal, rasa cemas pada tingkatan tertentu dapat menjadi suatu tanda adanya masalah serius, seperti gangguan kecemasan (anxiety disorder). Ini tentu perlu diwaspadai khususnya bagi orang-orang yang sering mengembangkan gejala kecemasan ekstrem.  

Melansir Healthline kecemasan atau anxiety merupakan suatu respons natural dari dalam tubuh dalam menghadapi kondisi stres. Bentuk kecemasan yang muncul dari dalam tubuh setiap orang juga berbeda-beda.  

Foto: News Medical

Terdapat beberapa gejala yang timbul karena adanya gangguan kecemasan, seperti denyut jantung meningkat, pernapasan menjadi lebih cepat, perasaan gelisah, dan sulitnya seseorang untuk berkonsentrasi.  

Ada beberapa penyebab gangguan kecemasan yang sebagian besar muncul dari interaksi kompleks faktor biologis dan lingkungan. Menurut Mayo Clinic, faktor-faktor penyebab gangguan kecemasan adalah: perbedaan kimia dan fungsi otak, genetika, perbedaan dalam cara ancaman yang dirasakan, serta perkembangan dan kepribadian  

Gangguan kecemasan yang dialami oleh seseorang, mengutip Tirto, memiliki beberapa tingkatan yaitu: kecemasan ringan (cenderung membuat seseorang menjadi lebih waspada, perhatiannya meningkat, serta masih mampu untuk memecahkan masalahnya).  

Naik tingkat berikutnya adalah kecemasan sedang (menyebabkan seseorang menjadi lebih fokus pada hal-hal yang penting atau prioritas dan mengesampingkan hal-hal yang tidak penting, ditandai dengan beberapa hal seperti menurunnya perhatian dan penyelesaian masalah, menjadi tidak sabar, mudah tersinggung, tanda-tanda vital meningkat, dan sering mondar-mandir).  

Bentuk lain yang harus diwaspadai adalah kecemasan berat (membuat seorang individu cenderung lebih memfokuskan diri pada suatu hal yang spesifik tanpa bisa berpikir mengenai hal-hal yang lain, tanda-tanda orang yang mengalami kecemasan berat biasanya kesulitan berpikir; menyelesaikan masalah kurang baik; merasa takut dan bingung; menarik diri; cemas; kesulitan melakukan kontak mata; mondar-mandir; gemetar; berbicara dengan cepat; mengeluarkan banyak keringat; rahang menegang dan menggertakkan gigi).  

Terakhir yang masuk kategori berbahaya adalah panik (berkaitan dengan kekuatan dan teror yang membuat seseorang menjadi kehilangan kendali, menjadi disorganisasi kepribadian, tidak dapat melakukan apapun meski dengan arahan, akan mengalami penurunan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain, dan persepsi akan menyimpang bahkan kehilangan pemikiran yang rasional.  

Coba cek, kita termasuk yang mana? 

(BS/timKB) 

Sumber Foto: Liputan6

 

Berita Lainnya

Loading next article...