Jakarta – Amanda Lourenço Nunes, yang lebih dikenal dengan julukan The Lioness, adalah salah satu petarung wanita paling sukses dalam sejarah UFC. Ia dilahirkan pada tanggal 30 Mei 1988 di Pojuca, Bahia, Brazil. Sejak awal karirnya, Nunes telah menunjukkan bakat dan dedikasi yang luar biasa dalam dunia MMA.
Nunes pertama kali terkenal sebagai juara di kelas Bantamweight wanita UFC. Dia telah memegang gelar ini sebanyak dua kali dan berhasil mempertahankannya sebanyak lima kali. Prestasinya yang gemilang membuatnya duduk di peringkat pertama dalam peringkat pound-for-pound wanita UFC pada tanggal 1 Maret 2023. Selain itu, Nunes juga meraih gelar juara di kelas Featherweight wanita UFC.
Dalam pertandingan, Nunes dikenal sebagai striker yang sangat kuat dan agresif. Gaya bertarungnya yang agresif dan pukulan keras telah membuat banyak lawannya menyerah. Teknik grappling favoritnya adalah Mata Leao atau yang lebih dikenal dengan rear naked choke, sedangkan dalam striking, kombinasi tinju adalah teknik favoritnya. Keahliannya dalam grappling terbukti dengan pemegangannya atas sabuk hitam Brazilian Jiu Jitsu dan sabuk coklat Judo.
Semangat Nunes dalam bela diri dan olahraga berasal dari keluarganya. Ibunya yang juga suka bertinju dan pamannya yang adalah petarung Vale Tudo, telah memberikan dukungan dan latihan sejak Nunes masih kecil. Pada usia lima tahun, Nunes mulai mengikuti kelas capoeira dan pada usia tujuh tahun, dia mulai belajar karate. Di usia 16 tahun, Nunes mulai berlatih jiu-jitsu Brasil, dan dari situlah perjalanan karir MMA-nya dimulai.
Debut profesional Nunes terjadi pada tanggal 8 Maret 2008 di Kejuaraan Prime MMA 2. Namun, ia mengalami kekalahan di pertandingan tersebut. Namun, Nunes tidak menyerah dan terus bekerja keras untuk meningkatkan kemampuannya. Ia memenangkan lima pertarungan berturut-turut dengan KO sebelum akhirnya debut di Strikeforce pada tanggal 7 Januari 2011. Di pertandingan tersebut, Nunes berhasil mengalahkan Julia Budd dari Kanada dengan KO hanya dalam waktu 14 detik.
Setelah beberapa pertandingan yang sukses di Strikeforce, Nunes melakukan debutnya di Octagon UFC pada tanggal 3 Agustus 2013. Pertandingan debutnya berlangsung di Brasil melawan Sheila Gaff, dan Nunes berhasil memenangkan pertarungan tersebut melalui TKO di babak pertama.
Prestasi Nunes semakin menanjak ketika dia menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Ronda Rousey, Miesha Tate, dan Valentina Shevchenko. Ketangguhan dan kepiawaiannya dalam melawan lawan-lawan berat membuatnya dihormati oleh para petarung dan penggemar MMA di seluruh dunia.
Pada 30 Juli 2022, Nunes melawan Julianna Peña untuk merebut kembali gelar Kelas Bantam Wanita UFC. Pertarungan ini berlangsung dalam UFC 277, Nunes berhasil mempertahankan gelarnya dengan kemenangan keputusan bulat atas Peña. Kemenangan tersebut tidak hanya memperkuat statusnya sebagai salah satu petarung terbaik dalam sejarah UFC, tetapi juga membuatnya meraih penghargaan “Fan Bonus of the Night” dari Crypto.com yang bernilai US$30.000 dalam bentuk bitcoin.
Selain prestasinya dalam octagon, Nunes juga terkenal karena kepribadiannya yang rendah hati dan sikap profesionalnya di luar pertandingan. Dia telah menjadi panutan bagi banyak atlet dan penggemar olahraga di seluruh dunia. Kepopulerannya tidak hanya terbatas pada dunia MMA, tetapi juga meluas ke luar batas olahraga. Nunes sering diundang sebagai tamu kehormatan dalam acara-acara olahraga dan menjadi perwakilan merek-merek ternama.
Kisah perjalanan Amanda Nunes dari seorang petarung muda yang bermimpi menjadi juara hingga menjadi salah satu nama terbesar dalam sejarah MMA adalah bukti nyata bahwa ketekunan dan dedikasi dapat menghasilkan prestasi luar biasa. Ia telah menorehkan namanya dalam sejarah olahraga, menginspirasi generasi baru atlet, dan menjadikan Brasil bangga dengan prestasinya. Amanda Lourenço Nunes, si singa betina, telah melampaui batasan dan membuktikan dirinya sebagai salah satu petarung terhebat dalam dunia tinju wanita.
(PR/timKB).
Sumber foto: latimes.com