Self Esteem, Apa Pengertian dan Manfaatnya Bagi Kita?

Dayana Kristyka 07/03/2023 3 min read
Self Esteem, Apa Pengertian dan Manfaatnya Bagi Kita?

Self-esteem adalah cara kita untuk dapat merasakan diri kita, baik itu melalui pikiran, perasaan atau pandangan kita terhadap diri kita. Seberapa besar diri kita menghargai dan mencintai diri kita sendiri, terlepas dari kondisi yang kita alami. Dan tentu saja, banyak faktor yang dapat menentukan self-esteem seseorang.

Pekerjaan, latar belakang, pendidikan, kesehatan fisik dan mental dapat menjadi cerminan dari self-esteem kita. Hal ini dapat mempengaruhi setiap aspek hidup kita. Tapi apa sebenarnya yang dapat membantu membentuk pandangan kita tentang diri kita sendiri serta kemampuan kita? Self-esteem kita dapat tumbuh atau menyusut berdasarkan bagaimana orang memperlakukan kita di masa lalu, serta evaluasi yang telah kita buat tentang hidup kita.

Berita baiknya adalah kita memiliki kontrol yang cukup besar untuk meningkatkan self-esteem kita. Kita dapat melakukan perubahan sederhana maupun besar yang dapat menantang pikiran juga tubuh kita. Salah satu perubahan tersebut adalah mengambil langkah untuk mengurangi pemikiran negatif dan membangun pemikiran positif.

Untuk meningkatkan pikiran positif dalam kehidupan kita sehari-hari, pertama-tama kita perlu mengenali apa yang mendorong kita berpikir negatif. Mungkin tentang keuangan kita, tentang rekan kerja atau atasan kita, dan lain-lain. Kita mungkin tidak mampu untuk merubah situasinya, akan tetapi kita mampu merubah cara kita bereaksi terhadap pemicu pikiran negatif tersebut, serta memahaminya.

Perhatikan juga apa yang membuat kita terlalu cepat merasa sedih atau cemas. Buatlah catatan untuk hal tersebut. Mungkin ada self-talk yang selalu terjadi di otak kita. Self-talk ini dapat membuat kita mengevaluasi atau menganalisa diri kita maupun orang lain.

Atau mungkin kita terbiasa untuk mengasumsikan segala sesuatunya dengan hal yang terburuk. Kita sering langsung melompat pada kesimpulan, dan meremehkan hal positif yang sangat mungkin terjadi. Jika demikian, kita harus melangkah dan membiasakan diri untuk segera menyadarinya dan merubahnya menjadi self-talk positif. 

Belajarlah untuk fokus kepada hal-hal yang positif dan mendorong diri kita. Sama halnya seperti penguatan otot tubuh kita, kita harus melatih otak kita setiap hari untuk mengembangkan kapasitas untuk berpikir positif. Serta untuk memaafkan diri kita sendiri ketika kita berbuat kesalahan, dan belajar untuk memberi penghargaan kepada diri kita sendiri ketika kita mencapai tujuan tertentu.

Jika kita tidak yakin dimana self-esteem kita, mungkin kita dapat membuat catatan tentang kualitas pribadi kita. Bisa saja terjadi kita lebih menemukan banyak kekurangan kita daripada kekuatan. Hal ini mungkin karena kita terlalu keras pada diri kita sendiri.

Pertimbangkan tentang bakat, kemampuan dan hasrat yang mungkin belum kita eksplor, atau malah mungkin belum ditemukan. Bisa saja kita masih belum mengenal diri kita seutuhnya dan apa saja hal-hal yang kita mampu lakukan. Orang dengan self-esteem yang tinggi akan selalu menemukan self-discoverynya dengan cepat.

Foto : Verywell Mind

Sering kali orang dengan self-esteem yang rendah mengabaikan keberhasilan mereka sebagai keberuntungan dan kesempatan. Atau mereka mungkin terlalu fokus untuk ketidaksempurnaan daripada menyoroti perjuangan mereka. Sedangkan orang dengan self-esteem yang tinggi akan meluangkan waktu mereka untuk merayakan pencapaian mereka. Mereka akan berterima kasih kepada orang-orang yang sudah membantu mereka. Ini bukan berarti bahwa mereka sombong. Tapi mereka memiliki keyakinan atas kemampuan mereka dan mengakui keberhasilan ketika hal itu terjadi.

Satu hal yang sebaiknya diingat, bahwa kita tidak bisa membandingkan diri kita dengan orang lain. Karena hal tersebut tidak menjadi standar self-esteem kita. Kita akan selalu menemukan orang yang tampak lebih baik dari kita, bahkan lebih mampu dari kita di arena kehidupan manapun.

Media sosial juga tidak membantu. Peneliti telah menemukan bahwa orang yang terlalu sering terlibat dalam media sosial, lebih cenderung menderita self-esteem yang rendah. Dan di jaman sekarang ini, banyak orang memeriksa atau mengukur self-esteem mereka secara online, berapa banyak like dan pengikut menjadi tolak ukur mereka dalam mereka menghargai self-esteem mereka.

Hidup kitalah yang menjadi tolak ukur kita dalam menentukan self-esteem kita, bukan kehidupan orang lain ataupun validasi dari orang lain. Ingatkan diri kita bahwa setiap kali kita melakukan perbaikan diri dan mencegah diri kita mengulangi kesalahan yang sama, adalah suatu kemajuan yang harus kita apresiasi.

Latihlah self-care. Semakin kita menghargai diri kita, kita semakin mengembangkan kapasitas untuk mencintai semua bagian dari diri kita. Dengarkan tubuh kita dan hindari makanan yang membuat kita sakit, misalnya makanan berlemak dan gula tinggi. Makan makanan sehat dan berolahraga dapat meningkatkan pikiran positif dan membantu kita untuk berpikir jernih tentang masa depan kita.

Mengembangkan gaya hidup sehat tentu saja bukan keajaiban dalam satu malam. Bersikap baik terhadap diri kita sendiri dan meningkatkan self-esteem, membutuhkan waktu, latihan dan kesabaran. Semakin kita tertantang dalam berpikiran positif dan juga cara pandang kita, semakin besar kebahagiaan yang kita dapatkan dalam diri kita. Dan kita akan bangga kepada diri kita sendiri, karena kita mampu melakukannya.

(DK-TimKB)

Sumber Foto : ADDitude

Loading next article...